Sunday, January 10, 2021

HARTA KITA YANG SESUNGGUHNYA

 ✔️ Umumnya, kita menganggap bahwa harta yang disimpan itulah harta kita yang sesungguhnya. Padahal sebenarnya harta kita adalah yang telah kita suguhkan untuk kebaikan.


💡Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,


أَيُّكُمْ مَالُ وَارِثِهُ أَحَبُّ إِلَيْهِ مِنْ مَالِهِ؟ قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، مَا مِنَّا أَحَدٌ إِلَّا مَالُهُ أَحَبُّ إِلَيْهِ. قَالَ: فَإِنَّ مَالَهُ مَا قَدَّمَ وَمَالُ وَارِثِهِ مَا أَخَّرَ


“Siapa di antara kalian yang harta ahli warisnya lebih dia cintai dari hartanya (sendiri)?”


Mereka (sahabat) menjawab, “Wahai Rasulullah, tidak ada dari kita seorang pun kecuali hartanya lebih ia cintai.”


Nabi bersabda, “Sesungguhnya hartanya adalah yang ia telah suguhkan, sedangkan harta ahli warisnya adalah yang dia akhirkan.” (HR. al-Bukhari)


📝 Ibnu Baththal rahimahullah berkata, “Dalam hadits ini ada anjuran untuk mendermakan harta yang mungkin bisa disuguhkan pada sisi-sisi takarub kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan kebaikan. Supaya ia nantinya bisa mengambil manfaat darinya di akhirat. 


Sebab, segala sesuatu yang ditinggalkan oleh seseorang, maka akan menjadi hak milik ahli warisnya. Jika nantinya ahli waris menggunakan harta itu dalam ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, hanya ahli warisnya yang dapat pahala dari itu. Yang mewariskannya hanya dia yang lelah mengumpulkannya….” (Fathul Bari, 11/260)



🖥 Simak selengkapnya:

🌏 https://asysyariah.com/simpanan-yang-tak-akan-sirna/

📲 https://t.me/asysyariah

No comments:

Post a Comment