Thursday, March 30, 2023

BANYAK IBADAH, TAPI MASUK NERAKA!!!

Rasulullah -shallallahu alaihi was sallam- pernah ditanya:


“Wahai Rasulullah, bagaimana dengan si fulanah (Wanita) yang selalu mengerjakan shalat malam dan banyak puasa di siang hari, melakukan berbagai kebaikan dan suka bersedekah, tetapi dia suka menyakiti tetangganya dengan ucapannya?” 

Beliau menjawab: 

“Tidak ada kebaikan padanya, dia termasuk penduduk neraka.”

Para shahabat bertanya lagi:

“Sedangkan si fulanah (wanita) yang lain dia hanya mengerjakan shalat wajib dan mampunya hanya bersedekah dengan keju sedikit saja, namun dia tidak pernah menyakiti seorang pun?” 

Beliau menjawab: 

“Dia termasuk penduduk syurga.”


(Shahih Al-Adab Al-Mufrad, terbitan Maktabah Ad-Daliil, cetakan ke-4, hal. 69-70, hadits no. 88)


MENELADANI SALAF DI BULAN RAMADHAN, MENGKHATAMKAN AL-QURAN BERKALI-KALI


Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah :

Dahulu para salaf memperbanyak membaca Al-Quran, di bulan ramadhan, baik saat shalat ataukah selainnya.

▫️ Dahulu imam Az-Zuhri rahimahullah jika masuk bukan ramadhan beliau berkata : Sesungguhnya bukan ramadhan adalah untuk membaca Al-Quran dan untuk memberi makan.

▫️ Dahulu imam Malik rahimahullah jika masuk bulan Ramadan beliau meninggalkan kegiatan mengajar hadits dan majlis ilmu, untuk menyibukkan membaca Al-Al-Quran melalui mushaf.

▫️ Dahulu Qatadah rahimahullah mengkhatamkan Al-Quran dalam setiap tujuh malam. Dan ketika tiba ramadhan, beliau mengkhatamkan setiap tiga hari sekali, dan beliau mengkhatamkan setiap malam ketika sepuluh terakhir ramadhan.

▫️ Dan Al-Aswad rahimahullah mengkhatamkan setiap dua hari sekali dalam seluruh bulan.

Maka hendaknya kalian rahimakumullah meneladani orang-orang terbaik diatas. Ikutilah jalan mereka, niscaya kalian akan menyusul orang-orang suci tadi.

Manfaatkanlah malam dan siang (Ramadhan) dengan amalan yang akan mendekatkan kalian kepada Dzat Yang Maha Mulia dan Maha Pengampun.
Karena umur-umur itu begitu cepat dilipat, dan waktu itu begitu cepat berlalu, seolah-olah baru saja tinggal sesaat di siang hari.

📑 Majaalis Syahr Ramadan 38

AMALAN YANG PALING BESAR KEIKHLASANNYA

 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah berkata, 


الصيام يختصه الله سبحانه وتعالى من بين سائر الأعمال لأنه أعظم العبادات إخلاصا فإنه سر بين الإنسان وبين ربه لأن الإنسان لا يعلم إذا كان صائما أو مفطرا هو مع الناس يذهب ويأتي ويخرج ويدخل ولا يعلم به نيته باطنة. ولذلك كان أعظم إخلاصا

"Allah mengkhususkan puasa dari segala amalan karena puasa adalah ibadah yang paling besar keikhlasannya, rahasia antara seseorang dengan Rabb-nya dan seseorang tidak diketahui apakah dia sedang berpuasa atau tidak, dia bersama manusia, pergi, datang, keluar dan masuk tidak diketahui (kondisinya secara menyeluruh), niatnya di dalam batinnya. Oleh karena inilah puasa lebih besar keikhlasannya." 

📖 Sumber: 
Syarh Riyadh al-Shalihin, jilid, 3. hlm. 379

WAKTU MUSTAJAB UNTUK BERDOA DI BULAN RAMADHAN

Syaikh Shalih bin Muhammad al-Utsaimin rahimahullah mengatakan,


"إن وقت الإفطار موطن إجابة للدعاء لأنه في آخر العبادة ولأن الإنسان أشد ما يكون غالباً من ضعف النفس عند إفطاره وكلما كان الإنسان أضعف نفساً وأرق قلباً كان أقرب إلى الإنابة والإخبات إلى الله عز وجل." 


"Sesungguhnya waktu berbuka adalah waktu dikabulkannya doa. Karena waktu itu terletak diakhir ibadah puasa dan karena waktu tersebut merupakan waktu kebanyakan manusia pada puncak kelemahan.

Dan setiap kali jiwa seseorang berada pada puncak kelemahan dan hatinya pada puncak kelembutan, maka kondisi itu merupakan waktu paling dekat untuk kembali bertaubat serta melakukan ketaatan kepada Allah Ta'ala."


📓 Majmu' fatawa 19/341.