Saturday, November 6, 2021

JANGAN MERASA LAMA TIDAK DIKABULKAN DOAMU

Yahya Ibnu Muadz rahimahullah berkata :

Jangan kamu menganggap lambat dikabulkannya doamu, sungguh engkau telah menutup jalannya dengan perbuatan perbuatan dosa".


وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ

Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu". ( S. Al Ghofir :60)

Saturday, June 19, 2021

PENYEBAB TIDAK SUKA KEMATIAN

وقال رجل للحسن: إني أكره الموت


Seseorang berkata kepada al-Hasan al-Bashri, “Saya tidak menyukai kematian.”

قال: ذاك أنك أخّرت مالك، ولو قدمته لسرك أن تلحق به

Beliau mengatakan, “Itu karena engkau menunda (menafkahkan) hartamu. Kalau engkau mendahulukannya, tentu engkau senang untuk menyusulnya.”

📚 Al-Bayan wat Tabyin (3/135—136)

🌍 Kunjungi || https://forumsalafy.net/penyebab-tidak-suka-kematian

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

Thursday, May 27, 2021

ENAM TANDA KEMUNAFIKAN DALAM SHALAT

✍🏻 Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata,


‏فهذه ست صفات في الصلاة من علامات النفاق

1. الكسل عند القيام إليها
2. ومراءاة الناس في فعلها
3. وتأخيرها
4. ونقرها
5. وقلة ذكر الله فيها
6. والتخلف عن جماعتها

Berikut ini adalah enam hal dalam shalat, yang termasuk tanda kemunafikan:

1. Malas ketika bangkit untuk menegakkannya.
2. Riya' ketika mengerjakannya.
3. Menunda-nundanya.
4. Gerakannya terlalu cepat.
5. Sedikit menyebut atau mengingat Allah di dalamnya.
6. Tidak mengerjakannya secara berjamaah."

📚 Ash-Shalah wa Hukmu Tarikiha, jilid 1 hlm. 173

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy

Wednesday, April 14, 2021

JANGAN SAMPAI TERMASUK DALAM TIGA GOLONGAN INI

أَنَّ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَقَى الْمِنْبَر فَقَال: “آمين، آمين، آمين” قِيْلَ لَهُ : يَا رَسَوْلَ اللهِ! مَا كُنْتَ تَصْنَعْ هَذَا؟ فَقَالَ: ” قَالَ لِيْ جِبْرِيْلُ : رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ أَدْرَكَ أَبَوْيْهِ أَوْ أَحَدَهُمَا لَمْ يُدْخِلْهُ الْجَنَّةَ. قُلْتُ: آمين. ثم قال: رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ لَمْ يَغْفِرْ لَهُ. فقُلْتُ : آمين. ثُمَّ قَالَ : رَغِمَ أَنْفُ امرئ ذُكِرْتَ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْكَ، فقُلْتُ: آمي


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menaiki mimbar seraya mengatakan, *“Amin, amin, amin.”*

Beliau ditanya, “Wahai Rasulullah, mengapa engkau mengatakan demikian?”

¶ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jibril berkata kepadaku, ‘Celaka seorang hamba yang mendapati kedua orang tuanya atau salah seorang dari keduanya masih hidup, namun tidak memasukkannya ke dalam surga.’ Aku pun mengatakan, ‘Amin.’”

¶ Kemudian, Jibril berkata lagi, ‘Celaka seorang hamba yang masuk bulan Ramadhan, tetapi (keluar dari bulan Ramadhan) dalam keadaan tidak diampuni dosanya (karena tidak memanfaatkan Ramadhan untuk beramal saleh, _-pent.)_.’ Aku pun mengatakan, ‘Amin.'”

¶ Kemudian, Jibril berkata, ‘Celaka seseorang yang jika disebut namamu (Nabi Muhammad), namun dia tidak bershalawat untukmu. Aku pun mengatakn, ‘Amin.'”

(HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul al-Mufrad dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Hadits ini dinilai hasan shahih oleh Syaikh Al-Albani salam Shahih al-Adab al-Mufrad no. 503).

🌍 Kunjungi || https://forumsalafy.net/jangan-sampai-termasuk-dalam-tiga-golongan-ini/

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

Berbuka dengan Kurma Atau Air

✅ Hadits no 661


وَعَنْ سَلْمَانَ بْنِ عَامِرٍ الضَّبِّيِّ - رضي الله عنه - عَنِ اَلنَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: - إِذَا أَفْطَرَ أَحَدُكُمْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى تَمْرٍ, فَإِنْ لَمْ يَجِدْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى مَاءٍ, فَإِنَّهُ طَهُورٌ - رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ خُزَيْمَةَ وَابْنُ حِبَّانَ وَالْحَاكِم

Dan dari Salman bin ‘Amir ad-Dhobbiy –semoga Allah meridhainya- dari Nabi shollallahu alaihi wasallam beliau bersabda:  Jika salah seorang dari kalian berbuka, berbukalah dengan kurma. Jika ia tidak mendapatinya, hendaknya berbuka dengan air karena (air itu) suci. (Hadits diriwayatkan oleh Imam yang Lima, dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan al-Hakim)


💡Penjelasan:

Hadits dengan jalur riwayat ini adalah hadits yang lemah, karena ada perawi bernama arRobaab yang majhul (tidak dikenal). Syaikh al-Albaniy melemahkannya dalam Dhaif atTirmidzi.

Namun, ada jalur riwayat lain yang shahih, yaitu hadits Anas bin Malik radhiyallahu anhu:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ عَلَى رُطَبَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَتُمَيْرَاتٌ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تُمَيْرَاتٌ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

Dari Anas bin Malik –radhiyallahu anhu- beliau berkata: Nabi shollallahu alaihi wasallam berbuka sebelum sholat (Maghrib) dengan beberapa kurma basah. Jika tidak ada kurma basah, maka dengan kurma kering. Jika tidak ada kurma kering maka beliau meminum beberapa teguk air (H.R Abu Dawud, atTirmidzi, Ahmad, dishahihkan oleh al-Hakim dan al-Albany)

Hal itu menunjukkan disunnahkannya segera berbuka ringan sebelum pelaksanaan shalat. Apabila ada kurma, itulah yang didahulukan sebagai hidangan berbuka. Demikian juga air putih.

Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah
WA al I'tishom | situs web: itishom.org | telegram : @alitishombissunnah

PEMBATAL-PEMBATAL PUASA YANG PALING BANYAK DITANYAKAN

1. SUPPOSITORIA (OBAT BERBENTUK PELURU YANG DIMASUKKAN KE DALAM ANUS ATAU YANG SEMISALNYA).

Tidak membatalkan puasa. [Menurut pendapat asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh.]

2. TETES MATA
Tidak membatalkan puasa.
[Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, asy-Syaikh Ibnu Baz dan asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahumulloh].

3. CELAK
Tidak membatalkan puasa
[Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, asy-Syaikh Ibnu Baz dan asy-Syaikh Ibnu Utsaimin].

4. TETES TELINGA
Tidak membatalkan puasa.
[Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, asy-Syaikh Ibnu Baz dan asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahumulloh]

5. TETES HIDUNG
Jika sampai masuk ke lambung maka membatalkan puasa. [asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh]
📝 Adapun asy-Syaikh Ibnu Baz berpendapat tetes hidung TIDAK BOLEH bagi orang yang berpuasa. Dan barangsiapa yang mendapati rasanya di tenggorokannya,  maka wajib baginya untuk mengqodho' (yakni batal puasanya).

6. SPRAYER (SEMPROT) ASMA.
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Baz, aay-Syaikh Ibnu Utsaimin dan al-Lajnah ad-Daimah rahimahumulloh].

7. SUNTIKAN NUTRISI
Membatalkan puasa. 👉🏽Adapun suntikan otot, pembuluh darah atau kulit maka tidak membatalkan.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh].

8. SUNTIK PENICILLIN
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].

9. SUNTIKAN INSULIN BAGI PENDERITA DIABETES
Tidak membatalkan puasa.
[al-Lajnah ad-Daimah].

10. SUNTIK BIUS (ANAESTESI) PADA GIGI, MENAMBAL DAN MEMBERSIHKANNYA
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahulloh].

11. MENGHIRUP BUKHUR (ASAP GAHARU) DENGAN SENGAJA DALAM KEADAAN TAHU
Membatalkan puasa.
🔻Adapun sekedar mencium aroma bukhur tanpa sengaja menghirupnya, maka TIDAK membatalkan.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].

12. MEMAKAI MINYAK WANGI DAN MENGHIRUPNYA
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh].

13. PELEMBAB BIBIR
Tidak membatalkan puasa,
👉 Dengan syarat tidak ada yg tertelan sedikitpun darinya.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].

14. MAKE-UP
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Baz dan asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].

15. MUNTAH DENGAN SENGAJA
Membatalkan puasa.
🔻Adapun jika tidak sengaja maka tidak membatalkan.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].

16. EPISTAKSIS (MIMISAN), CABUT GERAHAM DISERTAI KELUARNYA DARAH
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh].

17. DIAMBIL DARAH UNTUK DIPERIKSA
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Baz dan asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh]

18. IHTILAM (MIMPI BASAH)
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh].

19. BERENANG DAN MENYELAM
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].

20. OBAT KUMUR (SEMISAL LISTERINE )
Tidak membatalkan puasa.
🔻Dengan syarat tidak ada yang tertelan sedikitpun darinya.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh]

21. SIWAK
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh].

22. PASTA GIGI (GOSOK GIGI)
Tidak membatalkan puasa selama tidak sampai Ke lambung.
🔻(Akan tetapi) yang lebih baik utama tidak menggunakannya, karena memiliki pengaruh (rasa) yang kuat.

23. MENELAN DAHAK
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].
🔻adapun asy Syaikh ibnu Baz rahimahulloh berpendapat dahak/riak (النخامة) tidak boleh ditelan dan wajib dibuang (tambahan dari pent).

24. MENCICIPI MAKANAN
Tidak membatalkan puasa,
👉🏽 akan tetapi tidak boleh menelannya, dan tidak melakukannya kecuali memang dibutuhkan.

25. KOYO NIKOTIN
Membatalkan puasa.
[al-Lajnah ad-Daimah]


••••
✍🏽 Alih Bahasa : Al-Ustadz Syafi'i al Idrus Hafizhahullah
Dari : "Tanbiihaat Syahri Ramadhon" | Faidah dari Majmu'ah Manaabir al-Kitab was Sunnah dengan sedikit perubahan | Forum Ahlussunnah Ngawi

Wednesday, March 24, 2021

CARA MENGETAHUI KEADAAN SIFAT SESEORANG

 [ • ] Berkata Asy-Syaikh 'Arafat bin Hassan Al-Muhammady:


🎙Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu Ta'ala:

"Mengetahui keadaan/sifat seseorang terkadang dengan cara (mengambil) persaksian manusia yang lainnya dan terkadang dengan (ilmu) jarh wa ta'dil dan terkadang dengan (adanya) ujian dan cobaan."

📚 Majmu' Al-Fatawa, 15/330

🖥 Sumber:
https://t.me/Arafatbinhassan/3484

[ ※ ] 🇸🇦 [ ※ ] 🇮🇩 [ ※ ] 🇸🇦 [ ※ ] 🇮🇩 [ ※ ]

📝 🇮🇩 Alih Bahasa:
▪️al-Ustadz Abu Khuzaimah Muhammad al-Fadanjiy حفظه الله تعالى

⏩ Channel Resmi Telegram Ma'had Silsilatush Sholihin: https://t.me/SilsilatusSholihin

[ ※ ] 🇸🇦 [ ※ ] 🇮🇩 [ ※ ] 🇸🇦 [ ※ ] 🇮🇩 [ ※ ]

Tuesday, March 23, 2021

MEMBERI MINUM KEPADA ISTRI BERPAHALA

💬 Dari Al-'Irbadh bin Saariyah beliau berkata,


قال رسول الله ﷺ :
(( إذا سقى الرجل امرأته الماء أُجِر )) فقمت إلى زوجتي فسقيتها، وأخبرتها بما سمعت

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

'Apabila seorang suami (https://t.me/semuatentangpria) memberi air minum kepada istrinya, maka dia akan diberi pahala.'

Maka aku bangkit menemui istriku lalu memberi minum kepadanya dan mengabarkan kepadanya tentang apa yang telah aku dengar."

✍️ As-Silsilah as-Shahihah 2736.

#minum #istri #pahala



📠 Dikutip dari channel @KajianIslamTemanggung (https://t.me/KajianIslamTemanggung/9448)


✍🏼 STP
https://t.me/semuatentangpria

PENTINGNYA KEBERADAAN PASANGAN HIDUP

🔊 Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafidzahullah mengatakan,

 فالمرأة بلا رجل تكون مُعَذَّبة ،  والرجل بلا مرأة يكون مُعَذَّبًا
 أمَّا إذا اجتمع زوجان متناسبان فهذا من تمام النعمة

"Seorang wanita (http://t.me/semuatentangwanita) akan tersiksa tanpa keberadaan lelaki (https://t.me/semuatentangpria). Begitu pula seorang lelaki akan tersiksa tanpa keberadaan wanita.
Apabila bersatu dua pasangan yang serasi, maka ini termasuk kesempurnaan nikmat."

📚 I'anatul Mustafiid 2-220

#penting #pasangan #hidup #nikmat #nikah


📠 Dikutip dari channel @KajianIslamTemanggung (https://t.me/KajianIslamTemanggung/8991)


🌺 STW
http://t.me/semuatentangwanita

Saturday, March 20, 2021

POLEMIK HUKUM MEMAKAI CELANA DAN KAOS KETAT KETIKA SHALAT

Berkata Syeikh Bin Baz rahimahullah:


إذا كان البنطلون -وهو: السراويل- ساترًا ما بين السرة والركبة للرجل، واسعًا غير ضيق صحت فيه الصلاة، والأفضل أن يكون فوقه قميص يستر ما بين السرة والركبة، وينزل عن ذلك إلى نصف الساق أو إلى الكعب؛ لأن ذلك أكمل في الستر.
والصلاة في الإزار الساتر أفضل من الصلاة في السراويل إذا لم يكن فوقها قميص ساتر؛ لأن الإزار أكمل في الستر من السراويل.


"Jika celana tersebut menutupi pusar hingga lutut bagi laki-laki kemudian celana tersebut longgar dan tidak ketat maka shalatnya sah ( tapi lebih baik hindari dengan celana dan kaos_pent).

Dan yang lebih utama di luar celana tersebut juga dipakai pakaian jubah yang menutupi pusar hingga lutut dan menurunkan pakaian itu hingga setengah betis atau hingga mata kaki (diatas mata kaki_ pent) Karena seperti ini lebih sempurna dalam menutup aurat.

Dan shalat dalam keadaan memakai kain model sarung lebih baik daripada shalat dalam keadaan hanya memakai celana saja yang luarnya tidak dirangkap jubah.

Karena kain model sarung lebih sempurna dalam menutupi aurat dibanding hanya memakai celana saja."

📚 (Dikutip dari فتاوى ومقالات الشيخ ابن باز 10/ 414 Syeikh Bin Baz rahimahullah)

📡 Turut Menyebarkan :
⏩ http://telegram.me/Sifat_Sholat_Nabi

ENAM TANDA KEMUNAFIKAN DALAM SHALAT

✍️ Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata:

‏فهذه ست صفات
 في الصلاة من علامات
النفاق

1. الكسل عند القيام إليها
2. ومراءاة الناس في فعلها
3. وتأخيرها
4. ونقرها
5. وقلة ذكر الله فيها
6. والتخلف عن جماعتها

Berikut ini adalah enam hal dalam shalat, yang termasuk tanda kemunafikan:

1. Malas ketika bangkit untuk menegakkannya.
2. Riya' ketika mengerjakannya.
3. Menunda-nundanya.
4. Gerakannya terlalu cepat.
5. Sedikit menyebut atau mengingat Allah di dalamnya.
6. Tidak mengerjakannya secara berjamaah."

📚 Ash-Shalah wa Hukmu Tarikiha, jilid 1 hlm. 173

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy

📡 Turut Menyebarkan :
⏩ http://telegram.me/Sifat_Sholat_Nabi

Monday, March 15, 2021

SEPULUH HAL YANG SIA-SIA

✍🏻 Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,


عشرة أشياء ضائعة لا ينتفع بها: علم لا يعمل به، وعمل لا إخلاص فيه ولا اقتداء، ومال لا ينفق منه فلا يستمتع به جامعه في الدنيا ولا يقدمه أمامه إلى الآخرة، وقلب فارغ من محبة الله والشوق إليه والأنس به

Ada sepuluh hal yang sia-sia, tiada ada manfaatnya:

1. Ilmu yang tidak diamalkan.

2. Amal yang tidak dilandasi keikhlasan dan mengikuti petunjuk Nabi.

3. Harta yang tidak digunakan (hanya disimpan). Pemiliknya tidak bisa menikmatinya di dunia, tidak pula menggunakannya untuk persiapan masa depannya di akhirat.

4. Kalbu yang tidak memiliki kecintaan kepada Allah, kerinduan pada-Nya, dan ketenangan bermunajat dengan-Nya.

 وبَدَنٌ معطّل من طاعته وخدمته، ومحبة لا تتقيد برضاء المحبوب وامتثال أوامره، ووقت معطل عن استدراك فارطه أو اغتنام برّ وقربة، وفكر يجول فيما لا ينفع، وخدمة من لا تقربك خدمته إلى الله ولا تعود عليك بصلاح دنياك، وخوفك ورجاؤك لمن ناصيته بيد الله وهو أسبر في قبضته ولا يملك لنفسه حذرا ولا نفعا ولا موتا ولا حياة ولا نشورا.

5. Tubuh yang tidak dipakai untuk ketaatan dan penghambaan kepada Allah.

6. Kecintaan (kepada Allah) tetapi tidak terikat (mengharap) ridha-Nya dan tidak melaksanakan perintah-Nya.

7. Waktu yang tidak digunakan untuk memperbaiki diri atau berbuat kebajikan dan ibadah.

8. Pikiran yang digunakan pada sesuatu yang tidak bermanfaat.

9. Melayani seseorang tetapi pelayananmu terhadapnya tidak mendekatkan dirimu kepada Allah, tidak pula menguntungkan urusan duniamu.

10. Takut dan harapan kepada sesama hamba padahal dia di bawah kuasa Allah; tidak mampu memberi celaka, manfaat, kematian, kehidupan, dan kebangkitan.

وأعظم هذه الإضاعات إضاعتان، هما أصل كل إضاعة: إضاعة القلب وإضاعة الوقت؛ فإضاعة القلب من إيثار الدنيا على الآخرة، وإضاعة الوقت من طول الأمل

Kesia-siaan terbesar ada pada dua hal, keduanya pangkal segala kesia-siaan: kalbu dan waktu.
Kalbu yang sia-sia karena mengutamakan dunia daripada akhirat.
Waktu yang sia-sia karena panjang angan-angan.

فاجتمع الفساد كله في إتباع الهوى وطول الأمل، والصلاح كله في اتباعٍ لهدى والاستعداد للقاء والله المستعان.

Seluruh kerusakan berporos pada sikap mengikuti hawa nafsu dan panjang angan-angan.
Seluruh kebaikan berpangkal pada mengikuti petunjuk Nabi dan mempersiapkan diri menghadap Allah.
Hanya Allah tempat memohon pertolongan.

📚 Al-Fawaid hlm. 162

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Saturday, February 6, 2021

Dikabulkannya Do'a pada hari jum'at



وَرَوَى سَعِيدُ بْنُ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: السَّاعَةُ الَّتِي تُذْكَرُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ: مَا بَيْنَ صَلَاةِ الْعَصْرِ إِلَى غُرُوبِ الشَّمْسِ. وَكَانَ سَعِيدُ بْنُ جُبَيْرٍ إِذَا صَلَّى الْعَصْرَ لَمْ يُكَلِّمْ أَحَدًا حَتَّى تَغْرُبَ الشَّمْسُ

Sa’id bin Jubair meriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma, beliau mengatakan,

"Waktu yang disebutkan (tentang dikabulkannya doa) pada hari Jumat ialah antara shalat Asar hingga matahari terbenam."

Dahulu, apabila Said bin Jubair selesai mengerjakan shalat Asar (pada hari Jumat), beliau tidak berbicara dengan seorang pun hingga matahari terbenam.

📚 Zadul Ma’ad, jilid 1 hlm. 382

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy

📡 Turut Menyebarkan :
⏩ http://telegram.me/Sifat_Sholat_Nabi

Sunday, January 10, 2021

HARTA KITA YANG SESUNGGUHNYA

 ✔️ Umumnya, kita menganggap bahwa harta yang disimpan itulah harta kita yang sesungguhnya. Padahal sebenarnya harta kita adalah yang telah kita suguhkan untuk kebaikan.


💡Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,


أَيُّكُمْ مَالُ وَارِثِهُ أَحَبُّ إِلَيْهِ مِنْ مَالِهِ؟ قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، مَا مِنَّا أَحَدٌ إِلَّا مَالُهُ أَحَبُّ إِلَيْهِ. قَالَ: فَإِنَّ مَالَهُ مَا قَدَّمَ وَمَالُ وَارِثِهِ مَا أَخَّرَ


“Siapa di antara kalian yang harta ahli warisnya lebih dia cintai dari hartanya (sendiri)?”


Mereka (sahabat) menjawab, “Wahai Rasulullah, tidak ada dari kita seorang pun kecuali hartanya lebih ia cintai.”


Nabi bersabda, “Sesungguhnya hartanya adalah yang ia telah suguhkan, sedangkan harta ahli warisnya adalah yang dia akhirkan.” (HR. al-Bukhari)


📝 Ibnu Baththal rahimahullah berkata, “Dalam hadits ini ada anjuran untuk mendermakan harta yang mungkin bisa disuguhkan pada sisi-sisi takarub kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan kebaikan. Supaya ia nantinya bisa mengambil manfaat darinya di akhirat. 


Sebab, segala sesuatu yang ditinggalkan oleh seseorang, maka akan menjadi hak milik ahli warisnya. Jika nantinya ahli waris menggunakan harta itu dalam ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, hanya ahli warisnya yang dapat pahala dari itu. Yang mewariskannya hanya dia yang lelah mengumpulkannya….” (Fathul Bari, 11/260)



🖥 Simak selengkapnya:

🌏 https://asysyariah.com/simpanan-yang-tak-akan-sirna/

📲 https://t.me/asysyariah

PAHALA AKHIRAT TIDAK BISA DIBANDINGKAN DENGAN KENIKMATAN DUNIA

 ✔️ Lapangan untuk kita beramal saleh sangatlah banyak. Jika kita tidak mampu mengamalkan suatu kebaikan, ada pintu lain yang bisa kita masuki. Demikian juga, terkadang seseorang menganggap suatu amalan itu remeh padahal di sisi Allah subhanahu wa ta’ala itu besar. 


✅ Kemudian yang terpenting pula dari itu, bahwa pahala akhirat itu tidak bisa dibandingkan dengan kenikmatan dunia.


💡Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda dalam haditsnya,


رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا


“Dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dan seisinya.” (HR. Muslim dari Aisyah radhiallahu anha)


📝 Shalat sunnah sebelum shalat Subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya, karena apa yang ditujukan kepada Allah subhanahu wa ta’ala akan kekal. Adapun dunia, seberapa pun seorang mendapatkannya, maka ia akan lenyap.



🖥 Simak selengkapnya:

🌏 https://asysyariah.com/simpanan-yang-tak-akan-sirna/

📲 https://t.me/asysyariah

KEUTAMAAN MENYINGKIRKAN GANGGUAN DARI JALAN

 💡Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,


مَرَّ رَجُلٌ بِغُصْنِ شَجَرَةٍ عَلَى ظَهْرِ طَرِيقٍ فَقَالَ: وَاللهِ لَأُنْحِيَنَّ هَذَا عَنِ الْمُسْلِمِينَ لاَ يُؤْذِيْهِمْ. فَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ


“Ada seorang lelaki melewati suatu dahan pohon di tengah jalan, lalu dia mengatakan, ‘Demi Allah, aku akan menyingkirkan dahan ini dari kaum muslimin sehingga tidak mengganggu mereka.’ 

Orang tersebut dimasukkan (oleh Allah) ke dalam janah (surga).” (HR. Muslim, Riyadhus Shalihin, Bab Fi Bayani Katsrati Thuruqil Khair)


🖥 Simak selengkapnya:

🌏 https://asysyariah.com/simpanan-yang-tak-akan-sirna/

📲 https://t.me/asysyariah

7 AMALAN YANG PAHALANYA TERUS MENGALIR

💡Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,


سَبْعٌ يَجْرِي لِلْعَبْدِ أَجْرُهُنَّ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ، وهُو فِي قَبْرِهِ: مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا، أَوْ كَرَى نَهْرًا، أَوْ حَفَرَ بِئْرًا، أَوْ غَرَسَ نَخْلا، أَوْ بَنَى مَسْجِدًا، أَوْ وَرَّثَ مُصْحَفًا، أَوْ تَرَكَ وَلَدًا يَسْتَغْفِرُ لَهُ بَعْدَ مَوْتِهِ


“Tujuh (perkara) yang pahalanya mengalir bagi hamba sedangkan dia berada di kuburannya setelah matinya: (yaitu) 

1 orang yang mengajarkan ilmu, 

2 mengalirkan sungai, 

3 menggali sumur, 

4 menanam pohon kurma, 

5 membangun masjid, 

6 mewariskan (meninggalkan) mushaf (Al-Qur’an), atau 

7 meninggalkan anak yang memintakan ampunan baginya setelah matinya.” 


(HR. al-Bazzar, dinilai hasan oleh al-Albani rahimahullah dalam Shahih al-Jami’, no. 3602)


🖥 Simak selengkapnya:

🌏 https://asysyariah.com/simpanan-yang-tak-akan-sirna/

📲 https://t.me/asysyariah