Saturday, August 24, 2024

BELAJAR ILMU AGAMA ITU UNTUK DIAMALKAN


Asy Syeikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah berkata,


"Para sahabat radhiyallahu anhum sangat bersemangat untuk memperoleh ilmu. Apakah pertanyaan yang diajukan mereka hanya untuk memperoleh ilmu saja atau untuk memperoleh ilmu dan mengamalkannya? Jawabannya tentu yang kedua. Adapun pertanyaan-pertanyaan yang kita ajukan di masa ini, kebanyakannya hanya sekadar untuk memperoleh ilmu saja, maka ilmu kita banyak namun amalannya sedikit."


📚 Syarhu Bulughil Maram, 3/96




قال الشيخ محمد ابن صالح العثيمين رحمه الله تعالى :


حرص الصحابة رضي الله عنهم على العلم، وهل سؤال الصحابة عن هذا للعلم أو للعلم والعمل؟ الثاني، أما أسئلتنا نحن في هذا العصر فأكثرها للعلم، العلم كثير ولكن العمل قليل.


📚 شرح بلوغ المرام، ٩٦/٣

🖋️ Oleh: Ustadz Abu Bilal Abdul Karim حفظه الله 

Saturday, December 16, 2023

BELAJARLAH DIAM SEPERTI ENGKAU BELAJAR BICARA

 Abu adz-Dzayyal rahimahullah berkata,


تعلم الصمت كما تتعلم الكلام، فإن يكن الكلام يهديك، فإن الصمت يقيك، ولك في الصمت خصلتان: تأخذ به علم من هو أعلم منك، وتدفع به عنك من هو أجدل منك.


"Belajarlah diam seperti engkau belajar bicara. Sebab, apabila bicara itu akan membimbingmu, maka sesungguhnya diam juga akan menjaga dirimu. Dengan diam, engkau akan mendapatkan dua hal:

1) engkau bisa mengambil ilmu dari orang yang lebih berilmu darimu, dan

2) engkau bisa menolak keburukan orang yang lebih pintar debat dari dirimu."


📚 Jami' Bayanil Ilmi wa Fadhlih, jilid 1 hlm. 550


⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia

⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy


HADITS-HADITS TENTANG MENYAMBUNG SILATURAHMI

Abu Ayyub radhiallahu 'anhu berkata, "Bahwasanya seseorang berkata kepada nabi shallallahu 'alaihi wasallam, 

أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ. 
Beritakanlah kepadaku suatu amalan yang dapat memasukkanku ke dalam jannah!

قَالَ: مَا لَهُ مَا لَهُ
Seseorang yang hadir berkata, 'Ada apa dengannya, ada apa dengannya!'
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab, 

أَرَبٌ مَا لَهُ، تَعْبُدُ اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا، وَتُقِيمُ الصَّلَاةَ، وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ، ‌وَتَصِلُ ‌الرَّحِمَ
"Dia membutuhkan jawabannya. Yaitu kamu beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, menegakkan shalat, membayar zakat, dan menyambung silaturahmi." (HR. Al-Bukhari no. 1332)

Abu Hurairah radhiallahu 'anhu berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ، 
"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ‌فَلْيَصِلْ ‌رَحِمَهُ،
barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia menyambung silaturahmi,

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia berkata yang baik atau diam." (HR. Al-Bukhari 5787)

🌍 Hattsul Kiram
#Fawaidumum #silaturahmi
〰️〰️➰〰️〰️
📝 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🔗 Channel kami https://t.me/warisansalaf 
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Thursday, May 4, 2023

HADITS KEDUA ARBAIN NAWAWI

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ االلهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ االلهِ صَلَّى االلهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ، لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ، وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ، حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صلى االله عليه وسلم فَأَسْنَدَ رُآْبَتَيْهِ إِلَى رُآْبَتَيْهِ وَوَضَعَ آَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ: يَا مُحَمَّد أَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِسْلاَمِ، فَقَالَ رَسُوْلُ االلهِ صلى االله عليه وسلم : اْلإِسِلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ االلهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ االلهِ وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّآاَةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً قَالَ : صَدَقْتَ، فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِيْمَانِ قَالَ : أَنْ تُؤْمِنَ بِااللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَآُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ. قَالَ صَدَقْتَ، قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِحْسَانِ، قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ االلهَ آَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ . قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ، قَالَ: مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ. قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ أَمَارَاتِهَا، قَالَ أَنْ تَلِدَ اْلأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِي الْبُنْيَانِ، ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيا، ثُمَّ قَالَ : يَا عُمَرَ أَتَدْرِي مَنِ السَّائِلِ ؟ قُلْتُ : االلهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمَ . قَالَ فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتـَاآُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ . [رواه مسلم]


        Dari Umar radhiallahuanhu juga dia berkata : Ketika kami duduk-duduk disisi Rasulullah ε suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk dihadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada kepada lututnya (Rasulullah ε ) seraya berkata: “ Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam ?”, maka bersabdalah Rasulullah ε: “ Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada ilah (tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu “, kemudian dia berkata: “ anda benar “. Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang membenarkan. Kemudian dia bertanya lagi: “ Beritahukan aku tentang Iman “. Lalu beliau bersabda: “ Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk “, kemudian dia berkata: “ anda benar“. Kemudian dia berkata lagi: “ Beritahukan aku tentang ihsan “. Lalu beliau bersabda: “ Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau” . Kemudian dia berkata: “ Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya)”. Beliau bersabda: “ Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya “. Dia berkata: “ Beritahukan aku tentang tanda-tandanya “, beliau bersabda: “ Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba meninggikan bangunannya “, kemudian orang itu berlalu dan aku berdiam sebentar. Kemudian beliau (Rasulullahε) bertanya: “ Tahukah engkau siapa yang bertanya ?”. aku berkata: “ Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui “. Beliau bersabda: “ Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian (bermaksud) mengajarkan agama kalian “. (Riwayat Muslim)  


Catatan :
• Hadits ini merupakan hadits yang sangat dalam maknanya, karena didalamnya terdapat pokok-pokok ajaran Islam, yaitu Iman, Islam dan Ihsan .
• Hadits ini mengandung makna yang sangat agung karena berasal dari dua makhluk Allah yang terpercaya, yaitu: Amiinussamaa’ (kepercayaan makhluk di langit/Jibril) dan Amiinul Ardh (kepercayaan makhluk di bumi/ Rasulullah ε)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits :
1. Disunnahkan untuk memperhatikan kondisi pakaian, penampilan dan kebersihan, khususnya jika menghadapi ulama, orang-orang mulia dan penguasa.
2. Siapa yang menghadiri majlis ilmu dan menangkap bahwa orang–orang yang hadir butuh untuk mengetahui suatu masalah dan tidak ada seorangpun yang bertanya, maka wajib baginya bertanya tentang hal tersebut meskipun dia mengetahuinya agar peserta yang hadir dapat mengambil manfaat darinya.
3. Jika seseorang yang ditanya tentang sesuatu maka tidak ada cela baginya untuk berkata: “Saya tidak tahu“, dan hal tersebut tidak mengurangi kedudukannya.
4. Kemungkinan malaikat tampil dalam wujud manusia.
5. Termasuk tanda hari kiamat adalah banyaknya pembangkangan terhadap kedua orang tua. Sehingga anak-anak memperlakukan kedua orang tuanya sebagaimana seorang tuan memperlakukan hambanya. 6. Tidak disukainya mendirikan bangunan yang tinggi dan membaguskannya sepanjang tidak ada kebutuhan.
7. Didalamnya terdapat dalil bahwa perkara ghaib tidak ada yang mengetahuinya selain Allah ta’ala.
8. Didalamnya terdapat keterangan tentang adab dan cara duduk dalam majlis ilmu. 

Thursday, April 27, 2023

Hadits Pertama Kitab Arbain Nawawi Tentang "NIAT"


 عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ االلهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ االلهِ صلى االله عليه وسلم يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ آَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى االلهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى االلهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ آَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ . [رواه إماما المحدثين أبو عبد االله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بردزبة البخاري وابو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري في صحيحيهما اللذين هما أصح الكتب المصنفة]



Arti Hadits 
Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah ε bersabda : Sesungguhnya setiap perbuatan(1) tergantung niatnya(2). Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya (3) karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.

(Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua kita Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang) .

Catatan :

1. Hadits ini merupakan salah satu dari hadits-hadits yang menjadi inti ajaran Islam. Imam Ahmad dan Imam syafi’i berkata : Dalam hadits tentang niat ini mencakup sepertiga ilmu. Sebabnya adalah bahwa perbuatan hamba terdiri dari perbuatan hati, lisan dan anggota badan, sedangkan niat merupakan salah satu dari ketiganya. Diriwayatkan dari Imam Syafi’i bahwa dia berkata : Hadits ini mencakup tujuh puluh bab dalam fiqh. Sejumlah ulama bahkan ada yang berkata : Hadits ini merupakan sepertiga Islam.

 2. Hadits ini ada sebabnya, yaitu: ada seseorang yang hijrah dari Mekkah ke Madinah dengan tujuan untuk dapat menikahi seorang wanita yang konon bernama : “Ummu Qais” bukan untuk mendapatkan keutamaan hijrah. Maka orang itu kemudian dikenal dengan sebutan “Muhajir Ummi Qais” (Orang yang hijrah karena Ummu Qais).

Note :

1. Yang dimaksud perbuatan disini adalah amal ibadah yang membutuhkan niat. Adapun perbuatan buruk niat baiknya tidak akan merubah buruknya menjadi baik

2. Niat adalah keinginan dan kehendak hati.

3. Hijrah secara bahasa artinya : meninggalkan, sedangkan menurut syariat artinya : meninggalkan negri kafir menuju negri Islam dengan maksud menyelamatkan agamanya. Yang dimaksud dalam hadits ini adalah perpindahan dari Mekkah ke Madinah sebelum Fathu Makkah (Penaklukan kota Mekkah th. 8 H). 


2. Niat adalah keinginan dan kehendak hati.

3. Hijrah secara bahasa artinya : meninggalkan, sedangkan menurut syariat artinya : meninggalkan negri kafir menuju negri Islam dengan maksud menyelamatkan agamanya. Yang dimaksud dalam hadits ini adalah perpindahan dari Mekkah ke Madinah sebelum Fathu Makkah (Penaklukan kota Mekkah th. 8 H). 


Pelajaran yang terdapat dalam Hadits :
 1. Niat merupakan syarat layak/diterima atau tidaknya amal perbuatan, dan amal ibadah tidak akan mendatangkan pahala kecuali berdasarkan niat (karena Allah ta’ala).

 2. Waktu pelaksanaan niat dilakukan pada awal ibadah dan tempatnya di hati.

 3. Ikhlas dan membebaskan niat semata-mata karena Allah ta’ala dituntut pada semua amal shaleh dan ibadah.

 4. Seorang mu’min akan diberi ganjaran pahala berdasarkan kadar niatnya.

 5. Semua pebuatan yang bermanfaat dan mubah (boleh) jika diiringi niat karena mencari keridhoan Allah maka dia akan bernilai ibadah.

6. Yang membedakan antara ibadah dan adat (kebiasaan/rutinitas) adalah niat.

 7. Hadits diatas menunjukkan bahwa niat merupakan bagian dari iman karena dia merupakan pekerjaan hati, dan iman menurut pemahaman Ahli Sunnah Wal Jamaah adalah membenarkan dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan. 

Monday, April 10, 2023

Bukan Adab yang Baik dalam Berbicara

 

 

قال الاصمعي - رحمه الله - : 

وليس من الأدب أن تُجيب من لايسألك
أو تسأل من لايجيبك، أو تُحدّث من لا
ينصت لك.

سِير أعلام النبلاء للذهبي:[٦/ ٤٠٨]



Al-Ashma'i rahimahullah berkata,

"Bukan adab yang baik manakala kamu menjawab orang yang tidak bertanya kepadamu, atau bertanya kepada orang yang tidak menjawabmu, atau berbicara kepada orang yang tidak bisa diam untuk mendengar ucapanmu."

Siyar A'lamin Nubala jilid 6 halaman 408, karya Imam adz-Dzahabi rahimahullah.


Thursday, March 30, 2023

BANYAK IBADAH, TAPI MASUK NERAKA!!!

Rasulullah -shallallahu alaihi was sallam- pernah ditanya:


“Wahai Rasulullah, bagaimana dengan si fulanah (Wanita) yang selalu mengerjakan shalat malam dan banyak puasa di siang hari, melakukan berbagai kebaikan dan suka bersedekah, tetapi dia suka menyakiti tetangganya dengan ucapannya?” 

Beliau menjawab: 

“Tidak ada kebaikan padanya, dia termasuk penduduk neraka.”

Para shahabat bertanya lagi:

“Sedangkan si fulanah (wanita) yang lain dia hanya mengerjakan shalat wajib dan mampunya hanya bersedekah dengan keju sedikit saja, namun dia tidak pernah menyakiti seorang pun?” 

Beliau menjawab: 

“Dia termasuk penduduk syurga.”


(Shahih Al-Adab Al-Mufrad, terbitan Maktabah Ad-Daliil, cetakan ke-4, hal. 69-70, hadits no. 88)


MENELADANI SALAF DI BULAN RAMADHAN, MENGKHATAMKAN AL-QURAN BERKALI-KALI


Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah :

Dahulu para salaf memperbanyak membaca Al-Quran, di bulan ramadhan, baik saat shalat ataukah selainnya.

▫️ Dahulu imam Az-Zuhri rahimahullah jika masuk bukan ramadhan beliau berkata : Sesungguhnya bukan ramadhan adalah untuk membaca Al-Quran dan untuk memberi makan.

▫️ Dahulu imam Malik rahimahullah jika masuk bulan Ramadan beliau meninggalkan kegiatan mengajar hadits dan majlis ilmu, untuk menyibukkan membaca Al-Al-Quran melalui mushaf.

▫️ Dahulu Qatadah rahimahullah mengkhatamkan Al-Quran dalam setiap tujuh malam. Dan ketika tiba ramadhan, beliau mengkhatamkan setiap tiga hari sekali, dan beliau mengkhatamkan setiap malam ketika sepuluh terakhir ramadhan.

▫️ Dan Al-Aswad rahimahullah mengkhatamkan setiap dua hari sekali dalam seluruh bulan.

Maka hendaknya kalian rahimakumullah meneladani orang-orang terbaik diatas. Ikutilah jalan mereka, niscaya kalian akan menyusul orang-orang suci tadi.

Manfaatkanlah malam dan siang (Ramadhan) dengan amalan yang akan mendekatkan kalian kepada Dzat Yang Maha Mulia dan Maha Pengampun.
Karena umur-umur itu begitu cepat dilipat, dan waktu itu begitu cepat berlalu, seolah-olah baru saja tinggal sesaat di siang hari.

📑 Majaalis Syahr Ramadan 38

AMALAN YANG PALING BESAR KEIKHLASANNYA

 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah berkata, 


الصيام يختصه الله سبحانه وتعالى من بين سائر الأعمال لأنه أعظم العبادات إخلاصا فإنه سر بين الإنسان وبين ربه لأن الإنسان لا يعلم إذا كان صائما أو مفطرا هو مع الناس يذهب ويأتي ويخرج ويدخل ولا يعلم به نيته باطنة. ولذلك كان أعظم إخلاصا

"Allah mengkhususkan puasa dari segala amalan karena puasa adalah ibadah yang paling besar keikhlasannya, rahasia antara seseorang dengan Rabb-nya dan seseorang tidak diketahui apakah dia sedang berpuasa atau tidak, dia bersama manusia, pergi, datang, keluar dan masuk tidak diketahui (kondisinya secara menyeluruh), niatnya di dalam batinnya. Oleh karena inilah puasa lebih besar keikhlasannya." 

📖 Sumber: 
Syarh Riyadh al-Shalihin, jilid, 3. hlm. 379

WAKTU MUSTAJAB UNTUK BERDOA DI BULAN RAMADHAN

Syaikh Shalih bin Muhammad al-Utsaimin rahimahullah mengatakan,


"إن وقت الإفطار موطن إجابة للدعاء لأنه في آخر العبادة ولأن الإنسان أشد ما يكون غالباً من ضعف النفس عند إفطاره وكلما كان الإنسان أضعف نفساً وأرق قلباً كان أقرب إلى الإنابة والإخبات إلى الله عز وجل." 


"Sesungguhnya waktu berbuka adalah waktu dikabulkannya doa. Karena waktu itu terletak diakhir ibadah puasa dan karena waktu tersebut merupakan waktu kebanyakan manusia pada puncak kelemahan.

Dan setiap kali jiwa seseorang berada pada puncak kelemahan dan hatinya pada puncak kelembutan, maka kondisi itu merupakan waktu paling dekat untuk kembali bertaubat serta melakukan ketaatan kepada Allah Ta'ala."


📓 Majmu' fatawa 19/341.


Wednesday, September 28, 2022

Doa Ketika Tertimpa Kekhawatiran dan Kesedihan dalam Membayangkan Sesuatu di Masa Depan dan Kesedihan dan Kegundahan ketika Teringat Sesuatu di Masa Lalu

Dalam hidup ini, kita sering mengalami kegundahan dan ketakutan akan masa depan kita, akan kegundahan saat teringat masa lalu kita. Maka Doa kita Ketika Tertimpa Hamm (Kekhawatiran dan Kesedihan dalam Membayangkan Sesuatu di Masa Depan) dan Huzn (Kesedihan dan Kegundahan ketika Teringat Sesuatu di Masa Lalu)


Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

مَا قَالَ عَبْدٌ قَطُّ إِذَا أَصَابَهُ هَمٌّ أَوْ حُزْنٌ

Tidaklah seorang hamba tertimpa suatu hamm (kekhawatiran dan kesedihan dalam membayangkan sesuatu di masa depan) dan huzn (kesedihan dan kegundahan ketika teringat sesuatu di masa lalu) pun, lalu dia berdoa,

اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِي بِيَدِكِ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَداً مِنْ خَلْقِكَ، أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي، وَنُورَ صَدْرِي، وَجَلاَءَ حُزْنِي، وَذَهَابَ هَمِّي  

ALLAAHUMMA INNII ‘ABDUKA WABNU ‘ABDIKA WABNU AMATIKA. NAASHIYATII BIYADIKA. MAADHIN FIYYA HUKMUKA. ‘ADLUN FIYYA QADHAA U KA. AS ALUKA BIKULLISMIN HUWA LAKA. SAMMAITA BIHII NAFSAKA. AU ANZALTAHUU FII KITAABIKA. AU ‘ALLAMTAHUU AHADAN MIN KHALQIKA. AWISTA- TSARTA BIHII FII ‘ILMIL GHAIBI ‘INDAKA. AN TAJ ‘ALAL QUR AANA RABII ‘A QALBII. WA NUURA SHAD RII. WA JILAA A HUZNII. WA DZA HAABA HAMMI

“Ya Allah, sungguh aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu, anak hamba-Mu (yang perempuan), ubun-ubunku di tangan-Mu, telah lewat bagiku hukum-Mu, adil takdir-Mu bagiku. Aku meminta kepada-Mu dengan semua nama yang Engkau miliki, yang Engkau namakan diri-Mu sendiri, atau Engkau ajarkan kepada seorang dari hamba-Mu, atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau yang Engkau khususkan dalam ilmu gaib di sisi-Mu, agar Engkau jadikan al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya dadaku, pelapang kesedihanku, dan penghilang kegundahanku.”

إِلاَّ أَذْهَبَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ هَمَّهُ، وَأَبْدَلَهُ مَكَانَ حُزْنِهِ فَرَحاً

“Kecuali Allah Azza Wa Jalla akan mengangkat rasa gundah gulananya dan Allah akan mengganti kesedihannya dengan kegembiraan.”

قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، يَنْبَغِي لَنَا أَنْ نَتَعَلَّمَ هَؤُلاَءِ الْكَلِمَاتِ

Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah sebaiknya kami mempelajari rangkaian kalimat (doa) tersebut?”

قَالَ: أَجَلْ، يَنْبَغِي لِمَنْ سَمِعَهُنَّ أَنْ يَتَعَلَّمَهُنَّ

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab, “Tentu. Hendaklah muslim yang mendengar (doa dalam hadits ini) untuk mempelajarinya.”

(HR. Ahmad  1/391, dari sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu. Hadits ini dinyatakan sahih oleh Syaikh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah no. 199)

🌎 Kunjungi || https://asysyariah.com/doa-doa-ketika-tertimpa-kesempitan-dan-kesedihan/


Saturday, March 5, 2022

KEUTAMAAN MENYEBUT NAMA ALLAH KETIKA MENUTUP PINTU

Rasulullah  shallallahu alaihi wa sallam bersabda,


وَأَغْلِقُوا الْأَبْوَابَ، وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ؛ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا

“Tutuplah pintu-pintu dan sebutlah nama Allah (mengucapkan ‘bismillah’). Sungguh, setan tidak akan mampu membuka pintu yang ditutup.”
 

HR. al-Bukhari no. 3304, dari sahabat Jabir bin Abdillah  radhiyallahu anhuENYEBUT NAMA ALLAH KETIKA MENUTUP PINTU
 


Saturday, November 6, 2021

JANGAN MERASA LAMA TIDAK DIKABULKAN DOAMU

Yahya Ibnu Muadz rahimahullah berkata :

Jangan kamu menganggap lambat dikabulkannya doamu, sungguh engkau telah menutup jalannya dengan perbuatan perbuatan dosa".


وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ

Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu". ( S. Al Ghofir :60)

Saturday, June 19, 2021

PENYEBAB TIDAK SUKA KEMATIAN

وقال رجل للحسن: إني أكره الموت


Seseorang berkata kepada al-Hasan al-Bashri, “Saya tidak menyukai kematian.”

قال: ذاك أنك أخّرت مالك، ولو قدمته لسرك أن تلحق به

Beliau mengatakan, “Itu karena engkau menunda (menafkahkan) hartamu. Kalau engkau mendahulukannya, tentu engkau senang untuk menyusulnya.”

📚 Al-Bayan wat Tabyin (3/135—136)

🌍 Kunjungi || https://forumsalafy.net/penyebab-tidak-suka-kematian

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

Thursday, May 27, 2021

ENAM TANDA KEMUNAFIKAN DALAM SHALAT

✍🏻 Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata,


‏فهذه ست صفات في الصلاة من علامات النفاق

1. الكسل عند القيام إليها
2. ومراءاة الناس في فعلها
3. وتأخيرها
4. ونقرها
5. وقلة ذكر الله فيها
6. والتخلف عن جماعتها

Berikut ini adalah enam hal dalam shalat, yang termasuk tanda kemunafikan:

1. Malas ketika bangkit untuk menegakkannya.
2. Riya' ketika mengerjakannya.
3. Menunda-nundanya.
4. Gerakannya terlalu cepat.
5. Sedikit menyebut atau mengingat Allah di dalamnya.
6. Tidak mengerjakannya secara berjamaah."

📚 Ash-Shalah wa Hukmu Tarikiha, jilid 1 hlm. 173

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy

Wednesday, April 14, 2021

JANGAN SAMPAI TERMASUK DALAM TIGA GOLONGAN INI

أَنَّ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَقَى الْمِنْبَر فَقَال: “آمين، آمين، آمين” قِيْلَ لَهُ : يَا رَسَوْلَ اللهِ! مَا كُنْتَ تَصْنَعْ هَذَا؟ فَقَالَ: ” قَالَ لِيْ جِبْرِيْلُ : رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ أَدْرَكَ أَبَوْيْهِ أَوْ أَحَدَهُمَا لَمْ يُدْخِلْهُ الْجَنَّةَ. قُلْتُ: آمين. ثم قال: رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ لَمْ يَغْفِرْ لَهُ. فقُلْتُ : آمين. ثُمَّ قَالَ : رَغِمَ أَنْفُ امرئ ذُكِرْتَ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْكَ، فقُلْتُ: آمي


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menaiki mimbar seraya mengatakan, *“Amin, amin, amin.”*

Beliau ditanya, “Wahai Rasulullah, mengapa engkau mengatakan demikian?”

¶ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jibril berkata kepadaku, ‘Celaka seorang hamba yang mendapati kedua orang tuanya atau salah seorang dari keduanya masih hidup, namun tidak memasukkannya ke dalam surga.’ Aku pun mengatakan, ‘Amin.’”

¶ Kemudian, Jibril berkata lagi, ‘Celaka seorang hamba yang masuk bulan Ramadhan, tetapi (keluar dari bulan Ramadhan) dalam keadaan tidak diampuni dosanya (karena tidak memanfaatkan Ramadhan untuk beramal saleh, _-pent.)_.’ Aku pun mengatakan, ‘Amin.'”

¶ Kemudian, Jibril berkata, ‘Celaka seseorang yang jika disebut namamu (Nabi Muhammad), namun dia tidak bershalawat untukmu. Aku pun mengatakn, ‘Amin.'”

(HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul al-Mufrad dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Hadits ini dinilai hasan shahih oleh Syaikh Al-Albani salam Shahih al-Adab al-Mufrad no. 503).

🌍 Kunjungi || https://forumsalafy.net/jangan-sampai-termasuk-dalam-tiga-golongan-ini/

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

Berbuka dengan Kurma Atau Air

✅ Hadits no 661


وَعَنْ سَلْمَانَ بْنِ عَامِرٍ الضَّبِّيِّ - رضي الله عنه - عَنِ اَلنَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: - إِذَا أَفْطَرَ أَحَدُكُمْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى تَمْرٍ, فَإِنْ لَمْ يَجِدْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى مَاءٍ, فَإِنَّهُ طَهُورٌ - رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ خُزَيْمَةَ وَابْنُ حِبَّانَ وَالْحَاكِم

Dan dari Salman bin ‘Amir ad-Dhobbiy –semoga Allah meridhainya- dari Nabi shollallahu alaihi wasallam beliau bersabda:  Jika salah seorang dari kalian berbuka, berbukalah dengan kurma. Jika ia tidak mendapatinya, hendaknya berbuka dengan air karena (air itu) suci. (Hadits diriwayatkan oleh Imam yang Lima, dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan al-Hakim)


💡Penjelasan:

Hadits dengan jalur riwayat ini adalah hadits yang lemah, karena ada perawi bernama arRobaab yang majhul (tidak dikenal). Syaikh al-Albaniy melemahkannya dalam Dhaif atTirmidzi.

Namun, ada jalur riwayat lain yang shahih, yaitu hadits Anas bin Malik radhiyallahu anhu:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ عَلَى رُطَبَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَتُمَيْرَاتٌ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تُمَيْرَاتٌ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

Dari Anas bin Malik –radhiyallahu anhu- beliau berkata: Nabi shollallahu alaihi wasallam berbuka sebelum sholat (Maghrib) dengan beberapa kurma basah. Jika tidak ada kurma basah, maka dengan kurma kering. Jika tidak ada kurma kering maka beliau meminum beberapa teguk air (H.R Abu Dawud, atTirmidzi, Ahmad, dishahihkan oleh al-Hakim dan al-Albany)

Hal itu menunjukkan disunnahkannya segera berbuka ringan sebelum pelaksanaan shalat. Apabila ada kurma, itulah yang didahulukan sebagai hidangan berbuka. Demikian juga air putih.

Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah
WA al I'tishom | situs web: itishom.org | telegram : @alitishombissunnah

PEMBATAL-PEMBATAL PUASA YANG PALING BANYAK DITANYAKAN

1. SUPPOSITORIA (OBAT BERBENTUK PELURU YANG DIMASUKKAN KE DALAM ANUS ATAU YANG SEMISALNYA).

Tidak membatalkan puasa. [Menurut pendapat asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh.]

2. TETES MATA
Tidak membatalkan puasa.
[Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, asy-Syaikh Ibnu Baz dan asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahumulloh].

3. CELAK
Tidak membatalkan puasa
[Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, asy-Syaikh Ibnu Baz dan asy-Syaikh Ibnu Utsaimin].

4. TETES TELINGA
Tidak membatalkan puasa.
[Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, asy-Syaikh Ibnu Baz dan asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahumulloh]

5. TETES HIDUNG
Jika sampai masuk ke lambung maka membatalkan puasa. [asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh]
📝 Adapun asy-Syaikh Ibnu Baz berpendapat tetes hidung TIDAK BOLEH bagi orang yang berpuasa. Dan barangsiapa yang mendapati rasanya di tenggorokannya,  maka wajib baginya untuk mengqodho' (yakni batal puasanya).

6. SPRAYER (SEMPROT) ASMA.
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Baz, aay-Syaikh Ibnu Utsaimin dan al-Lajnah ad-Daimah rahimahumulloh].

7. SUNTIKAN NUTRISI
Membatalkan puasa. 👉🏽Adapun suntikan otot, pembuluh darah atau kulit maka tidak membatalkan.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh].

8. SUNTIK PENICILLIN
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].

9. SUNTIKAN INSULIN BAGI PENDERITA DIABETES
Tidak membatalkan puasa.
[al-Lajnah ad-Daimah].

10. SUNTIK BIUS (ANAESTESI) PADA GIGI, MENAMBAL DAN MEMBERSIHKANNYA
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahulloh].

11. MENGHIRUP BUKHUR (ASAP GAHARU) DENGAN SENGAJA DALAM KEADAAN TAHU
Membatalkan puasa.
🔻Adapun sekedar mencium aroma bukhur tanpa sengaja menghirupnya, maka TIDAK membatalkan.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].

12. MEMAKAI MINYAK WANGI DAN MENGHIRUPNYA
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh].

13. PELEMBAB BIBIR
Tidak membatalkan puasa,
👉 Dengan syarat tidak ada yg tertelan sedikitpun darinya.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].

14. MAKE-UP
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Baz dan asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].

15. MUNTAH DENGAN SENGAJA
Membatalkan puasa.
🔻Adapun jika tidak sengaja maka tidak membatalkan.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].

16. EPISTAKSIS (MIMISAN), CABUT GERAHAM DISERTAI KELUARNYA DARAH
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh].

17. DIAMBIL DARAH UNTUK DIPERIKSA
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Baz dan asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh]

18. IHTILAM (MIMPI BASAH)
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh].

19. BERENANG DAN MENYELAM
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].

20. OBAT KUMUR (SEMISAL LISTERINE )
Tidak membatalkan puasa.
🔻Dengan syarat tidak ada yang tertelan sedikitpun darinya.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh]

21. SIWAK
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh].

22. PASTA GIGI (GOSOK GIGI)
Tidak membatalkan puasa selama tidak sampai Ke lambung.
🔻(Akan tetapi) yang lebih baik utama tidak menggunakannya, karena memiliki pengaruh (rasa) yang kuat.

23. MENELAN DAHAK
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].
🔻adapun asy Syaikh ibnu Baz rahimahulloh berpendapat dahak/riak (النخامة) tidak boleh ditelan dan wajib dibuang (tambahan dari pent).

24. MENCICIPI MAKANAN
Tidak membatalkan puasa,
👉🏽 akan tetapi tidak boleh menelannya, dan tidak melakukannya kecuali memang dibutuhkan.

25. KOYO NIKOTIN
Membatalkan puasa.
[al-Lajnah ad-Daimah]


••••
✍🏽 Alih Bahasa : Al-Ustadz Syafi'i al Idrus Hafizhahullah
Dari : "Tanbiihaat Syahri Ramadhon" | Faidah dari Majmu'ah Manaabir al-Kitab was Sunnah dengan sedikit perubahan | Forum Ahlussunnah Ngawi

Wednesday, March 24, 2021

CARA MENGETAHUI KEADAAN SIFAT SESEORANG

 [ • ] Berkata Asy-Syaikh 'Arafat bin Hassan Al-Muhammady:


🎙Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu Ta'ala:

"Mengetahui keadaan/sifat seseorang terkadang dengan cara (mengambil) persaksian manusia yang lainnya dan terkadang dengan (ilmu) jarh wa ta'dil dan terkadang dengan (adanya) ujian dan cobaan."

📚 Majmu' Al-Fatawa, 15/330

🖥 Sumber:
https://t.me/Arafatbinhassan/3484

[ ※ ] 🇸🇦 [ ※ ] 🇮🇩 [ ※ ] 🇸🇦 [ ※ ] 🇮🇩 [ ※ ]

📝 🇮🇩 Alih Bahasa:
▪️al-Ustadz Abu Khuzaimah Muhammad al-Fadanjiy حفظه الله تعالى

⏩ Channel Resmi Telegram Ma'had Silsilatush Sholihin: https://t.me/SilsilatusSholihin

[ ※ ] 🇸🇦 [ ※ ] 🇮🇩 [ ※ ] 🇸🇦 [ ※ ] 🇮🇩 [ ※ ]

Tuesday, March 23, 2021

MEMBERI MINUM KEPADA ISTRI BERPAHALA

💬 Dari Al-'Irbadh bin Saariyah beliau berkata,


قال رسول الله ﷺ :
(( إذا سقى الرجل امرأته الماء أُجِر )) فقمت إلى زوجتي فسقيتها، وأخبرتها بما سمعت

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

'Apabila seorang suami (https://t.me/semuatentangpria) memberi air minum kepada istrinya, maka dia akan diberi pahala.'

Maka aku bangkit menemui istriku lalu memberi minum kepadanya dan mengabarkan kepadanya tentang apa yang telah aku dengar."

✍️ As-Silsilah as-Shahihah 2736.

#minum #istri #pahala



📠 Dikutip dari channel @KajianIslamTemanggung (https://t.me/KajianIslamTemanggung/9448)


✍🏼 STP
https://t.me/semuatentangpria